Relokasi Warga Terdampak Bencana Tanah Longsor di Sumedang Jadi Perhatian Kementrian PUPR

Relokasi Warga Terdampak Bencana Tanah Longsor di Sumedang Jadi Perhatian Kementrian PUPR

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) siap mendukung relokasi warga terdampak bencana tanah longsor di Sumedang.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyampaikan ia mendapat perintah dari Presiden Joko Widodo untuk meninjau langsung di lapangan dan menyiapkan langkah untuk mempercepat penanganan bencana longsor.

"Terdapat langkah dalam penanganan bencana longsor yang disiapkan. Pertama, Kementerian PUPR telah mengerahkan alat berat untuk membantu proses evakuasi. Kami sudah siapkan, karena area yang sempit maka tidak cukup menampung alat berat lainnya, " kata Menteri Basuki dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat.

Selanjutnya penanganan kedua adalah berkaitan dengan penguatan struktur tanah, sehingga bencana serupa tidak kembali terjadi. Dalam pelaksanaannya, Menteri Basuki mengatakan bahwa Kementerian PUPR akan berkoordinasi dengan instansi terkait, diantaranya Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Dari hasil tinjauan di lapangan, Menteri Basuki menilai kawasan tersebut masuk dalam kategori zona merah rawan bencana longsor.

Penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi ketiga, lanjut Menteri Basuki yang tidak kalah penting adalah melakukan relokasi permukiman warga. Menteri Basuki mengatakan dalam hal ini akan bekerja sama dengan Pemeritah Kabupaten Sumedang untuk penyediaan lahannya.

"Tadi sudah disampaikan dengan Pemerintah Daerah ke depannya harus direlokasi. Bapak Sekda sudah mengidentifikasi yang di bagian atas ada 132 rumah dan di bawah ada 92 rumah, " kata Menteri PUPR.

Sementara Sekretaris Daerah (Sekda) Sumedang Herman Suryatman menyatakan mendukung penyediaan lahan untuk relokasi warga.

"Pembangunannya dari Kementerian PUPR, kami akan siapkan tanahnya di sejumlah tanah kas desa di wilayah Cimanggung. Dengan catatan, lokasi yang akan disiapkan benar-benar aman dari bencana, " ujar Herman Suryatman.

Untuk mendukung penanganan tanggap darurat bencana longsor, Kementerian PUPR melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Jawa Barat telah mengerahkan 2 unit Mobil Tanki Air dan 2 unit Hidran Umum kapasitas 2.000 liter serta 1 unit Excavator dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum.(***)

SUMEDANG BANDUNG
banner
Nanang Suryana

Nanang Suryana

Previous Article

Asep Saepul Rahman: Rehabilitasi 4 SD Yang...

Next Article

Taman Wisata Candi (TWC) Tetap Beroperasi

Related Posts

Peringkat

Profle

Subhan Riyadi

Siswandi

Siswandi

Postingan Bulan ini: 31

Postingan Tahun ini: 394

Registered: Jan 25, 2021

Bilwadi_wk

Bilwadi_wk

Postingan Bulan ini: 9

Postingan Tahun ini: 131

Registered: Feb 4, 2021

Yudi Hutriwinata

Yudi Hutriwinata

Postingan Bulan ini: 9

Postingan Tahun ini: 52

Registered: Mar 31, 2021

Ibnu S. Mattangaran

Ibnu S. Mattangaran

Postingan Bulan ini: 8

Postingan Tahun ini: 42

Registered: Mar 2, 2021

Profle

Junaidi

Kabar Gembira Bagi Warga Luwu Utara, Ada Penghapusan Denda Pajak Kendaraan
Kadis Pendidikan Luwu Utara Klaim Kepemilikan Lahan SDN Pombuntang, Kuasa Hukum Subiati : Itu Sertifikat Hak Pakai !
Tahan Imbang Pemain Muda Pra PORPROV Luwu Utara, Kapten All Star Ungkap Hal Ini
Paslon ASRI Di Terpa Fitnah Dan Berita Hoaks Jelang PSU Jilid II Pilkada Labuhanbatu
banner

Follow Us

Recommended Posts

LKG Gelar Haul Raja Gowa Sultan Hasanuddin ke-351
Paslon ASRI Di Terpa Fitnah Dan Berita Hoaks Jelang PSU Jilid II Pilkada Labuhanbatu
Kegiatan Bimtek Pekon Se Kabupaten Lampung Barat Dipertanyakan, Ini Jawaban Komisi 1 DPRD Kabupaten Lambar Dan LSM PKN RI
Ketum PWRI  Dr. Suriyanto PD : Pembakaran Rumah Wartawan di Binjai Tindakan Biadab dan Tidak Bermoral
Kasie Pelayanan Tahanan Rutan Kelas l Labuhan Control WBK

Random Posts