KPK Panggil Pepen Nazaruddin Terkait Kasus Suap Pengadaan Bansos 2020

KPK Panggil  Pepen Nazaruddin Terkait Kasus Suap Pengadaan Bansos 2020
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat kembali memanggil Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Kementerian Sosial (Kemensos) Pepen Nazaruddin sebagai saksi dalam penyidikan kasus suap pengadaan bantuan sosial (bansos) untuk wilayah Jabodetabek Tahun 2020.

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat kembali memanggil Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Kementerian Sosial (Kemensos) Pepen Nazaruddin sebagai saksi dalam penyidikan kasus suap pengadaan bantuan sosial (bansos) untuk wilayah Jabodetabek Tahun 2020.

"Dipanggil sebagai saksi untuk tersangka AW (Adi Wahyono/Pejabat Pembuat Komitmen di Kemensos), " kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (22/1/2021).

Selain Pepen, KPK juga memanggil empat saksi lainnya untuk tersangka Adi, yaitu Staf Ahli Menteri pada Kemensos Kukuh Ary Wibowo, karyawan BUMN atau Sekretaris Perusahaan PT Pertani Muslih, Senior Assistance Vice President (SAVP) Bank Muamalat Indonesia Agustri Yogasmara, dan Yanse dari unsur swasta.

Selain penyidikan untuk tersangka Adi, KPK hari ini juga memanggi dua saksi untuk tersangka Ardian Iskandar Maddanatja (AIM) dari unsur swasta, yaitu Direktur PT Integra Padma Mandiri Fera Sri Herawati dan Abdurahman dari unsur swasta/PT Pesona Berkah Gemilang.

Sebelumnya, KPK juga pernah memeriksa Pepen pada Rabu (13/1) sebagai saksi untuk tersangka Ardian. Saat itu, penyidik mengonfirmasi Pepen soal proses penentuan rekanan pelaksana proyek distribusi bansos di Kemensos.

KPK pun juga telah menggeledah rumah Pepen di Bekasi Utara, Kota Bekasi pada Rabu (13/1) dan mengamankan berbagai dokumen terkait bansos.

Selain Adi dan Ardian, KPK juga telah menetapkan tiga tersangka lainnya, yaitu mantan Mensos Juliari Peter Batubara (JPB), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Kemensos Matheus Joko Santoso (MJS), dan Harry Van Sidabukke (HS) dari unsur swasta.

Juliari diduga menerima suap senilai Rp17 miliar dari "fee" pengadaan bantuan sosial sembako untuk masyarakat terdampak COVID-19 di Jabodetabek.

Pada pelaksanaan paket bansos sembako periode pertama diduga diterima "fee" Rp12 miliar yang pembagiannya diberikan secara tunai oleh Matheus Joko Santoso kepada Juliari melalui Adi Wahyono dengan nilai sekitar Rp8, 2 miliar.

Pemberian uang tersebut selanjutnya dikelola oleh Eko dan Shelvy N selaku orang kepercayaan Juliari untuk digunakan membayar berbagai keperluan pribadi Juliari.

Untuk periode kedua pelaksanaan paket bansos sembako, terkumpul uang "fee" dari Oktober 2020 sampai dengan Desember 2020 sejumlah sekitar Rp8, 8 miliar yang juga diduga akan dipergunakan untuk keperluan Juliari.

Untuk "fee" tiap paket bansos disepakati oleh Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono sebesar Rp10 ribu perpaket sembako dari nilai Rp300 ribu perpaket bansos.(***)

JAKARTA
Nanang suryana saputra

Nanang suryana saputra

Previous Article

Istri Minta Cerai Meningkat di Padang

Next Article

BNBP: Tren Kepatuhan Warga Jabar Terkait...

Related Posts

Peringkat

Profle

Achmad Sarjono

Subhan Riyadi

Subhan Riyadi

Postingan Bulan ini: 71

Postingan Tahun ini: 649

Registered: Jan 23, 2021

AFRIZAL

AFRIZAL

Postingan Bulan ini: 61

Postingan Tahun ini: 115

Registered: Jan 20, 2021

Asridal

Asridal verified

Postingan Bulan ini: 50

Postingan Tahun ini: 239

Registered: Aug 25, 2021

Syafruddin Adi

Syafruddin Adi

Postingan Bulan ini: 44

Postingan Tahun ini: 239

Registered: Jan 24, 2021

Profle

Ibnu S. Mattangaran

Putri Dakka Resmi Nakhodai DPD Nasdem Luwu Utara, Ini Program Pertamanya
Gratis Balik Nama dan Diskon Pajak Kendaraan di Samsat Luwu Utara
Tahun 2021, Ada 399 Duda-Janda Baru di Luwu Utara. Ini Penyebab Terbanyak
Kepala Cabang Telkom Wi-Fi Barru Minta Dicopot, Tidak Bertanggung Jawab Insiden Ini !

Follow Us

Recommended Posts

Wagub Audy Joinaldy Sambut Kedatangan Wamentan Harvick Hasnul Qolbi
Kapolres Ciamis Dampingi Karo SDM Tinjau Pelaksanaan Vaksinasi di Objek Wisata Pangandaran
Tim Futsal Kab Kediri Harus Menelan Kekalahan Lawan Tim Bangkalan Skore 0:3
DPC PDIP Ponorogo Gelar Vaksinasi, Bunda Rita Beri Perhatian Khusus
Buapti Rezita Meylani Yopi Ajak Masyarakat Vaksin COVID-19