FTZ Dompak dan Senggarang, Walikota Tanjungpinan: Harus Kita Kawal, Jangan Sampai Kita Hanya Menjadi Penonton

FTZ Dompak dan Senggarang, Walikota Tanjungpinan: Harus Kita Kawal, Jangan Sampai Kita Hanya Menjadi Penonton
Rakor Inventarisasi Status Kepemilikan Lahan pada Kawasan Free Trade Zone (FTZ) Dompak dan Senggarang

TANJUNGPINANG - Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Bintan wilayah Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau menggelar rakor Inventarisasi status kepemilikan lahan pada kawasan Free Trade Zone (FTZ) Dompak dan Senggarang, di Ballroom Hotel Comforta, Senin (16/11/2020).

Wali Kota Tanjungpinang Rahma mengakui FTZ Tanjungpinang mulai terlihat progresnya. Contohnya Jalan Kampung Bugis, Sengarang sudah dibangun. Bahkan rencananya dalam waktu dekat ada beberapa fasilitas umum yang akan di bangun oleh FTZ.

Progresnya sudah mulai tampak. Seperti pesan Pjs Gubernur Kepri, keberadaan badan perusahaan ini, memang ada untung dan ruginya.

"Karena itu, harus kita kawal, jangan sampai kita hanya menjadi penonton saja, kalau tidak ada manfaatnya tentu ini sangat di sayangkan, " ucap Rahma.

Dikatakan Rahma, saat ini FTZ terus berbenah untuk mengintenvarisir lahan-lahan seperti keberadaan lahan hingga batas wilayah yang termasuk dalam FTZ itu berapa. Tadi disebutkan, untuk FTZ Senggarang luasnya lebih kurang 1.589, 84 Ha.

"Kalau kita maksimalkan jumlah hektare ini, saya yakin pasti ada perubahan, " kata Rahma.

Ia berharap, dengan keberadaan FTZ ini bisa membawa dampak positif bagi kesejahteraan warga Tanjungpinang. Begitu juga kenyamanan bagi para investor supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

"Kita terus memberikan dukungan dan semangat, supaya benar-benar ada wujud nyata dari kegiatan yang dilakukan FTZ, " ujar Rahma.

Sementara itu, Kepala BP Tanjungpinang, Mohammad Ikhsan Fansuri menjelaskan gelaran rakor ini adalah sebagai bentuk kerjasama harmonisasi antara BP Tanjungpinang dengan Pemko Tanjungpinang dalam meningkatkan investasi di kawasan FTZ Dompak dan Senggarang.

Menurut Ikhan, tanpa dukungan pemko dan BPN, maka tidak akan selesai permasalahan yang terjadi. Saat ini, BP Tanjungpinang memiliki dua wilayah FTZ Dompak dan Senggarang.

Untuk FTZ Dompak dengan luas 1.087, 92 Ha dan FTZ Senggarang lebih kurang 1.589, 84 hektare. Rencana dan arah BP Tanjungpinang adalah untuk meningkatkan investasi dalam percepatan pemulihan ekonomi dan rencana peruntukkan yang telah ditetapkan dalam perda kota Tanjungpinang.

"Kalau investasi berkembang, pasti butuh tenaga kerja. Tenaga kerjanya itu harus dari putra putri daerah, supaya masyarakat kita juga sejahtera. Tidak hanya menjadi penonton saja, " ujar Ikhsan. (***)

TANJUNGPINANG KEPRI
Muhammad Rafico Tiyandri

Muhammad Rafico Tiyandri

Previous Article

KPU Pasaman Gelar Simulasi Pemungutan Suara...

Next Article

Apel Kesiapan Penanganan Bencana, Walikota...

Related Posts

Peringkat

Profle

Subhan Riyadi

Siswandi

Siswandi

Postingan Bulan ini: 4

Postingan Tahun ini: 502

Registered: Jan 25, 2021

Bilwadi_wk

Bilwadi_wk

Postingan Bulan ini: 1

Postingan Tahun ini: 151

Registered: Feb 4, 2021

Bram Injana

Bram Injana

Postingan Bulan ini: 1

Postingan Tahun ini: 60

Registered: Feb 20, 2021

Ibnu S. Mattangaran

Ibnu S. Mattangaran

Postingan Bulan ini: 1

Postingan Tahun ini: 63

Registered: Mar 2, 2021

Profle

Bram Injana

Persembahkan Emas di HUT 76 Kemerdekaan Indonesia, Deretan Bonus Menanti 
Generasi Baru Indonesia Komisariat UIN Alauddin Makassar Gelar Aksi Peduli dan Berbagi 
Antoni Ginting Gagal ke Final Cabor Bulutangkis, Fokus Hadapi Gordon 
Perwira Polres Luwu Utara Ini Naik Pangkat AKP, Ini Harapan I Gede Soma

Follow Us

Recommended Posts

Perwira Polres Luwu Utara Ini Naik Pangkat AKP, Ini Harapan I Gede Soma
Polsek Baradatu Ringkus Dua Pelaku Rampas Dompet Sopir Truk di Jalinsum
Koramil 0824/04 Sukowono Bantu Lakukan Patroli Pengawasan Protokol Kesehatan
Koramil 0824/18 Kencong Kawal Pemakaman Protokol Kesehatan Warga Desa Keraton
Hormati Jasa Para Pahlawan, Kasal Perintahkan Pemindahan Makam