Tuntut Referendum, KNPB Bersama 110 Organisasi Menolak Pengesahan RUU Otsus Jilid II Untuk Papua

Tuntut Referendum, KNPB Bersama 110 Organisasi Menolak Pengesahan RUU Otsus Jilid II Untuk Papua
Foto saat Rakyat Meepago menolak perpanjang Otsus Jilid II di Dogiyai juli 2020 lalu/ALW-FOTO untuk go.web.id

PAPUA - Rakyat Papua Barat menyatakan menolak  pengesahan revisi undang-undang (RUU) Otonomi Khusus (Otsus) Jilid-II yang akan mengesahkan di Jakarta pada tanggal 15 Juli 2021 itu.
Sebab rencana penerapan Otsus Jilid-II di Papua, menurut rakyat Papua, Otsus sebagai kebijakan yang dipaksakan oleh pemerintah Pusat kepada rakyat Papua. Padahal, sejak bulan Juli 2020 lalu Petisi Rakyat Papua (PRP) telah menyatakan sikap politik melalui Demonstrasi besar-besaran diberbagai kabupaten Kota di Papua bahwa rakyat Papua tetap akan menolak penawaran otonomi khusus (otsus) dilanjutkan, dan saat itu pula rakyat Papua menawarkan solusi hak penentuan nasibnya sendiri (Self Determination).
110 organisasi masyarakat (Ormas) bersama Komite Nasional Papua Barat (KNPB) saat ini sudah sekitar 714.066 orang menyatakan sikap akan menolak keberadaan dan keberlanjutan paket politik otsus diatas tanah Papua, itu suara mutlak.
Oleh sebab itu, rakyat pemilik Tanah Papua menyampaikan kepada Indonesia dan negara bahwa hari ini di Papua merasa kehilangan segala sesuatu milik orang Papua termasuk manusianya karena gula-gula Manis jakarta (Otsus).
Kami  hampir semua komponen dan lapisan rakyat telah menyampaikan bahwa otsus sudah gagal memihak, memberdayakan dan memproteksi tanah dan manusia Papua. Oleh karena itu, rakyat Papua berserta segala isinya di Papua menuntut hak penentuan nasib sendiri secara Demokratis.
Indonesia sedang berupaya merekayasa situasi dan aspirasi rakyat Papua itu telah menunjukan sikap kompromi sepihak antara elit politik lokal dan Jakarta hanya untuk meloloskan revisi UU Otsus Papua. Sementara, rakyat Papua sendiri tidak dilibatkan dalam menentukan nasib masa depannya.
Komite Komite Nasional Papua Barat ( KNPB). Jakarta dan para elite birokrat Papua tidak peduli dengan konflik politik berkepanjangan yang terus pertumpahan darah di Papua, dan khususnya hari ini operasi militer besar-besaran di Nduga, Intan Jaya dan, llaga.
selama 20 tahun implementasi otsus di Papua memberikan dampak buruk kepada rakyat Papua, yaitu genosida (pemusnahan ras), perizinan pertambangan dan, pembukaan lahan kelapa sawit besar-besaran yang menyebabkan kerusakan terhadap kelestarian alam.
Rakyat Papua memutuskan nasib otsus diatas tanah Papua, rakyat sendiri yang akan membahas dan menentukan solusinya.
Rakyat papua tegas menolak segala upaya pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB). Karena, kami sampaikan hal ini, bagi rakyat asli Papua DOB merupakan satu paket di dalam otsus.
Maka dengan Demikian, KNPB bersama Rakyat Papua menyampaikan sikap menolak segala tawaran Negara dan menuntut:
1. Segera hentikan pengesahan RUU Otsu Jilid II tanpa melibatkan rakyat Papua
2. Segera memberikan hak penentuan Nasib Sendiri (Self Determinaton) melalui referendum bagi Rakyat Papua
3. Jakarta segera menghentikan konflik bersenjata antara Papua dan Indonesia dan hentikan stigma terorisme untuk rakyat Papua.
Demikian pernyataan penolakan kami.

KNPB Papua Tuntut Referendum
Aleks Waine

Aleks Waine

Previous Article

Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno: Pelaku...

Next Article

Kemensos Salurkan Bantuan Kedaruratan bagi...

Related Posts

Peringkat

Profle

Achmad Sarjono

Subhan Riyadi

Subhan Riyadi

Postingan Bulan ini: 71

Postingan Tahun ini: 649

Registered: Jan 23, 2021

AFRIZAL

AFRIZAL

Postingan Bulan ini: 61

Postingan Tahun ini: 115

Registered: Jan 20, 2021

Asridal

Asridal verified

Postingan Bulan ini: 50

Postingan Tahun ini: 239

Registered: Aug 25, 2021

Syafruddin Adi

Syafruddin Adi

Postingan Bulan ini: 44

Postingan Tahun ini: 239

Registered: Jan 24, 2021

Profle

Ibnu S. Mattangaran

Putri Dakka Resmi Nakhodai DPD Nasdem Luwu Utara, Ini Program Pertamanya
Gratis Balik Nama dan Diskon Pajak Kendaraan di Samsat Luwu Utara
Tahun 2021, Ada 399 Duda-Janda Baru di Luwu Utara. Ini Penyebab Terbanyak
Kepala Cabang Telkom Wi-Fi Barru Minta Dicopot, Tidak Bertanggung Jawab Insiden Ini !

Follow Us

Recommended Posts

Simak Sejuknya Arahan Sekda Barru Awali Test SKB CPNS
Babinsa Rubaru Ajak Masyarakat Kerja Bakti Bersihkan Jalan dari rumput dan ranting
Kapolda Jambi Apresiasi Kinerja Polres Bungo Sukseskan Vaksinasi Covid-19
Vaksinasi Terus Berjalan, Babinsa Bersama Babinkamtibmas Lakukan Pendampingan
Koramil 0826-06 Pademawu, Gelar Vaksinasi Door To Door Warga Kelurahan Lada